Jakarta
datang ke jakarta setahun yang lalu, tak lebih bertandang ke hutan belantara paling menakutkan. di sana-sini banyak terdapat hewan buas, yang tak hanya bisa menerkam saya kapan saja. tapi juga membuat saya bergidik memandangi keseluruhan belantara itu. hanya satu tekad yang ingin saya capai; saya ingin menaklukkan jakarta dengan segenap doa dan usaha.
dari rumah, bermodalkan restu dan doa orang tua saya melangkah. masih jelas di benak saya ketika meninggalkan rumah dengan halaman tanah yang tak lebar, tapi membuat saya selalu merindukannya. karena di sanalah saya berlarian ketika kecil. dan rumah itu telah penjelma tempat saya mesti berpulang, sebelum saya berpulan ke rumah tuhan.
kawan, jakarta adalah waktu yang tak pernah habis batas angkanya. siang dan malam hampir tak tampak bedanya. siang panas karna terik, malam hangat karna panik. belantara kota adalah usia yang mesti saya jalani dengan menyobek kalender demi kalender untuk memastikan; akankah hari esok saya akan berjalan di belantara yang sama?